Tuesday, October 8, 2013

Wirausaha Penyewaan Alat Pesta



Bisnis atau wirausaha penyewaan alat pesta sudah banyak dijalankan oleh orang orang dBisnis atau wirausaha penyewaan alat pesta sudah banyak dijalankan oleh orang orang disekitar kita, namun kita tidak perlu pesimis karena jumlah atau frekuensi pesta semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selain itu terjadinya peningkatan jumlah pesta dipengaruhi oleh peningkatan kesejahteraan dan banyak acara pemilihan umum, seperti pilkada, pilkades, pilgub, pilbup, dll. Pengaruh lainnya adalah peningkatan jumlah promosi produk produk tertentu yang dilakukan melalui menggelar acara hiburan untuk rakyat. Pada waktu lalu acara pesta biasanya musiman, mungkin dalam periode satu tahun hanya terjadi tiga musiman : musim pernikahan dan sunatan, musim haji, dan musim acara keagamaan seperti Rajaban, Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun zaman sudah berubah acara pesta bisa terjadi kapan saja tidak lagi mengenal musiman. Bisnis penyewaan alat pesta memilki beberapa keuntungan antara lain bahwa modal yang kita belanjakan untuk alat pesta sebenarnya tidak hilang karena berubah menjadi aset peralatan pesta. Apabila kita melakukan pemeliharaan dengan baik maka umur pakai aset tersebut akan semakin lama sehingga bisa meningkatkan efisiensi.

1, Alat Pesta
1.1. Kursi dan Meja.
Sejumlah banyak Kursi dan Meja akan dibutuhkan dalam acara pesta, namun kadangkala tidak sepasang seperti itu, misalnya hanya sejumlah Kursi saja. Penyewaan Alat Pesta sifatnya hampir mutlak untuk menyediakan sejumlah banyak Kursi; misalnya : 200 sampai dengan 1000 buah. Kursi yang ada sebaiknya dari berbagai macam type; karena selera pengguna bermacam macam; antara lain : Kursi Plastik, Kursi Lipat Stainless Steel, Kursi Jok, dll. Sedangkan Meja biasanya digunakan untuk menyimpan makanan, atau sebagai alat untuk proses prasmanan (antrian makan).
1.2. Tenda dan Panggung.
Tenda juga merupakan alat pesta yang laris disewa, ada berbagai jenis tenda; namun yang banyak diminati adalah yang ditopang dengan rangka besi, tenda terbuat dari kain kedap air (terpal) dan bagian dalam dilapisi dengan satin putih. Kesan dari tenda seperti itu mewah dan elegan, dan harga sewanya menjanjikan. Sedangkan panggung umumnya terbuat dari rangka besi dengan lantai papan atau fiber honeycomb. Luas panggung umumnya bervariasi karena terbuat dari segmen yang bisa dilepas, demikian juga tinggi rendahnya. Akhir akhir ini panggung juga ada yang dilengkapi dengan LCD Proyektor dengan Layar Double Side yang artinya gambar bisa disorot dari belakang, biasanya ini digunakan pada pertunjukan musik.
1.3. Alat Makan.
Peralatan Makan seperti misalnya : piring, sendok, garpu, gelas minum, dll sudah barang tentu akan dibutuhkan dalam acara acara pesta. Kita harus membuat persediaan alat makan dengan pandai, sediakan sesuai trend dan bila perlu dilakukan survey terlebih dahulu tentang jenis, jumlah, dan selera pengguna. Setelah digunakan maka alat makan akan kotor, kita harus memastikan bahwa setelah selesai penyewaan, maka alat makan harus dalam kondisi bersih dan tidak ada yang rusak atau pecah.
1.4. Sound System.
Banyak acara pesta yang biasanya membutuhkan perlatan Sound System baik itu untuk pertunjukan music maupun untuk acara sambutan, atau sekedar karaokean. Peralatan Sound System yang dimaksud umumnya adalah : Portable Mixer, Loudspeaker, Amplifier, Mike, Stand Mike, Televisi. Video Player, Handycam, dll. Sound System biasanya disediakan dalam berbagai kapasitas yang diukur dengan satuan Watt, dan dengan Speaker dalam inchi; misalnya : 10000 Watt 20 Inchi.
1.5. Alat Pesta Lainnya.
Alat pesta lainnya yang permintaanya cukup tinggi adalah peralatan pengantin; misalnya : Kursi Pelaminan; Layar atau Background Pelaminan, Alat Dekorasi, dll. Alat lainnya adalah Saung Buah, Stand Ice Cream, Saung untuk tempat makanan, kotak untuk amplop, bahkan mungkin juga perlengkapan baju pengantin.

2. Transportasi
2.1. Mobil Pick Up
Mobil Pick Up akan digunakan untuk angkutan peralatan pesta dari gudang ke tempat acara pesta dan sebaliknya. Pilihlah mobil pick up yang kondisinya masih baik dan dapat digunakan untuk transportasi alat pesta dengan lancer. Mobil juga harus dipelihara secara rutin dan diperbaiki apabila mengalami kerusakan, serta diremajakan apabila telah obsolete.
2.2.Sepeda Motor.
Sepeda Motor dibutuhkan untuk utility dan kendaran operasional sehari hari apabila ada hal hal yang memerlukan mobilitas. Penggunaan Sepeda Motor antaralain untuk mendatangi tempat pesta sewaktu waktu bila diperlukan untuk memeriksa kondisi di lapangan, dll.

Add caption


3. Karyawan.
3.1. Sopir.
Sopir adalah karyawan yang bertugas mengendarai mobil pick up dan akan mengangkut perlaatan yang disewa ke tempat pesta dan sebaliknya. Bagian penting untuk seorang sopir adalah mengantarkan barang ke tempat tujuan on time sehingga pelanggan merasa puas. Dia juga harus memilki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat apabila dalam perjalanan ada kendala yang dapat mengakibatkan keterlambatan.
3.2. Karyawan Bongkar Muat.
Sejumlah orang untuk tugas membongkar dan muat alat pesta akan dibutuhkan. Karyawan bongkar muat dapat disesuaikan dengan situasi jumlah transaksi penyewaan. Apabila transaksi tidak begitu banyak jumlahnya, karyawan bongkar muat tidak perlu karyawan tetap. Kualifikasi karyawan bongkar muat harus yang memilki kemampuan mengangkat barang terus menerus dan bersikap hati hati terhadap barangnya.
3.3. Karyawan Pemeliharaan.
Karyawan Pemeliharaan akan bertugas melakukan perawatan dan perbaikan terhadap alat alat pesta, sehingga alat pesta selalu dalam kondisi baik dan bersih. Perawatan terhadap alat pesta dilakukan secara berkala, jenis pekerjaannya antara lain : pemeriksaan, pengecatan, membersihkan, memperbaiki kerusakan, dan menyingkirkan barang yang sudah tidak bias digunakan lagi.
3.4. Karyawan Kantor.
Karyawan Kantor akan bertugas untuk mengelola administrasi di kantor dan melayani pelanggan yang dating untuk melakukan transaksi penyewaan alat pesta. Karyawan ini memegang peranan penting karena melakukan kontak pertama kali dengan pelanggan, dan harus memiliki sikap ramah serta melayani. Namun dia juga harus mampu melakukan negosiasi harga dengan baik.
3.5. Operator Sound System.
Operator Sound System akan bertugas mengoperasikan Sound System selama pesta berlangsung, kualifikasinya tentu saja harus yang memiliki pengetahuan tentang Sound System dan sekaligus mampu mengoperasikannya dengan baik. Operator Sound System harus siap untuk bekerja kapan saja ketika dibutuhkan.



4. Tempat Usaha.
4.1. Gudang.
Gudang akan digunakan untuk tempat penyimpanan alat alat pesta, sehingga perlu dipikirkan tentang lokasinya agar ada akses untuk kendaran mobil pengangkut. Penyimpanan alat pesta di gudang harus dikelompokkan atau klasifikasi, sehingga memudahkan dalam pencarian dan pemeliharaan. Sebaiknya didalam gudang dibuat sekat sekat sehingga setiap jenis alat pesta terpisah oleh sekat, hal ini akan memudahkan apabila kita akan melakukan stocktik.
4.2.Kantor.
Kantor yang lokasinya strategis dibutuhkan untuk melakukan transaksi penyewaan alat pesta dan juga untuk urusan administrasi lainnya. Catatan pelanggan, catatan atau databse alat pesta, dll dibuat dan ditempatkan di Kantor.

5.Modal dan Pengembangan.
5.1. Modal.
Modal untuk membangun Wirausaha Penyewaan Alat Pesta cukup besar, namun sisi baiknya adalah pembelian atau penyediaan alat pesta bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk Gudang dan Kantor dalam sementara waktu bisa saja dengan cara menyewa sehingga memperkecil resiko penggunaan modal besar. Setelah usaha berjalan dengan baik, maka permodalan bisa dibantu melalui perbankan.
5.2. Pengembangan.
Pengembangan yang perlu dilakukan adalah peningkatan kapasitas atau jumlah alat pesta, jenis dan ragam alat pesta. Untuk dapat menambah wawasan tentang hal ini ada baiknya kita sering berkunjung untuk mengintip ke pesta pesta besar sehingga ada benchmark. Selain itu pengembang yang perlu dilakukan adalah penyesuaian peralatan pesta dengan zaman yang terus berubah, jangan sampai keluar komplain bahwa alat pesta yang dimilki ketinggalan jaman (obsolet).

6. Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan.
6.1. Pemasaran.
Pemasaran dapat dilakukan secara offline dan online, offline misalnya dengan membuat brosur dan menyebarkannya sebanyak banyaknya. Penyebaran brosur yang efektif adalah dengan menitipkannya pada tukang loper koran dengan memberikan sejumlah tip/upah. Pemasaran offline lainnya adalah memberikan pinjaman secara gratis pada acara amal dan keagamaan, hal ini akan mengenalkan perlatan pesta yang dimilki ke para pengguna secara tidak langsung. Sedangkan pemasaran online bisa dilakukan dengan membuat situs web, menyebarkan email atau membuat halaman dan status pada jejaring sosial, serta menyebarkan SMS kepada teman dan sejawat.
6.2. Pelayanan Pelanggan.
Prosedur atau bisnis proses untuk Pelayanan Pelanggan harus dibuat secara tertulis dan dibakukan kemudian disebar luaskan ke seluruh karyawan, karena pelayanan pelanggan merupakan hal yang paling penting dan faktor kunci keberhasilan wirausaha penyewaan alat pesta. Proses pelayanan pelanggan akan dimulai ketika pelanggan mulai melakukan kontak, baik itu melakukan pesanan penyewaan maupun hanya menanyakan harga. Proses pelayanan pelanggan merupakan proses yang hampir tiada akhir, walaupun transaksi penyewaan telah selesai dan pelanggan telah puas, namun suatu saat kita harus menghubungi lagi pelanggan tersebut untuk memberikan layanan informasi, atau sekedar menanyakan tentang kesehatannya, dll. Apabila memungkinkan kita harus memilki catatan data setiap pelanggan yang pernah menggunakan jasa kita, namanya, alamat, nomor telpon, email, dll.

0 comments:

Post a Comment