Friday, October 18, 2013

Wirausaha Toko Ritel


Menjalankan Wirausaha Toko Ritel akan sangat melelahkan menyita tenaga dan pikiran, karena selain banyaknya jumlah dan jenis barang, margin yang kecil, kita juga akan menghadapi persaingan yang semakin ketat, daya beli masyarakat yang menurun, permainan harga pedagang besar, distributor nakal, dll. Namun demikian peluang bisnis ritel masih terbuka lebar asal diimbangi dengan lokasi toko yang strategis, kemampuan beradaptasi dengan lingkunga, modal yang memadai, ketekunan, keuletan, tahan banting, serta manajemen pengelolaan yang terkendali dengan baik. Salah satu keunggulan bisnis retail adalah dari segi cash flow, arus kas akan selalu hidup setiap waktu, bila kita pandai memanfaatkan sebagian dari cash flow untuk hal hal yang lebih strategis maka bisnis ritel akan menjadi lebih dinamis. Sebagian uang cash bisa segera diputar ulang dengan dibelikan barang yang dijual oleh masyarakat yang membutuhkan uang; misalnya : perhiasan mas, hasil bumi; dll.

1. Tempat Usaha
1.1. Ruko (Toko)
Ruko atau Toko memegang peranan penting dalam usaha ritel (sembako dan eceran), lokasinya harus strategis berada di tempat mudah dijangkau oleh kebanyakan orang, luas atau ukurannya harus memadai terutama bagian depan, ada akses jalan yang memadai. Suatu tempat yang ramai belum tentu strategis karena ramai oleh lalu lalang kendaraan atau hamya orang lewat tidak akan menghasilkan apa apa. Strategis dapat diartikan bahwa dilingkungan sekitar ada demand (kebutuhan) terhadap barang ritek yang akan dijual. Demand dapat saja berupa potensi yang nantinya diolah menjadi demand sesungguhnya yang memberikan prospek. Sebagai contoh : pada umumnya rumah tangga di kita ada potensi kebutuhan terhadap beras, bila kita pandai mengolah potensi ini maka akan menjadi prospek yang menjanjikan. Berikan masyarakat sekitar kartu nama yang ada nomor handphone; sampaikan kepada mereka apabila membutuhkan beras tinggal sms dan langsung dikirim. Apabila mereka puas dengan layanan kita, maka akan menjadi efek domino terhadap barang ritel lainnya.
1.2. Gudang
Sebuah gudang akan dibutuhkan untuk mendukung Toko Ritel yang akan digunakan untuk penyimpanan barang stok, bila penyimpanan barang dilakukan di toko itu sendiri maka akan menjadi tidak efisen karena akan mengurangi space. Bangunan gudang sebaiknya dipisahkan dari bangunan toko dan diupayakan tidak terlalu jauh, hal ini untuk menghindari resiko insiden pada toko maka gudang selain tempat penyimpanan akan menjadi back up. Penyimpanan barang di gudang diklasifikasi dan dirawat setiap hari sehingga mudah dalam pencarian dan kalkulasi stok.
1.3. Tempat Parkir
Toko Ritel yang dilengkapi dengan Tempat Parkir yang luas dan gratis akan memiliki daya tarik luar biasa bagi pelanggan maupun calon pelanggan atau pengunjung baru. Tempat Parkir bisa dibuat dengan menggunakan Paving Blok agar biayanya lebih murah, namun harus dipertimbangkan tentang kekuatannya. Kami pernah membuat tempat parkir seperti ini dengan alas batu kali dan ditutup dengan paving blok, kekuatannya luar biasa mampu ditempati oleh tangki bahan bakar 8000 liter tanpa kerusakan sedikitpun. Ditempat parkir akan lebih apabila dibuat pemisahan antara parkoir sepeda motor dan mobil serta dibuat garis pemisah berwarna putih.



2. Barang Retail (Sembako dan Eceran)
2.1. Sembako
Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok, merupakan barang yang hampir wajib tersedia disebuah Toko Ritel. Sembilan bahan pokok tersebut adalah : Beras, Tepung Terigu, Gula Pasir, Minyak Goreng dan Margarin, Telor Ayam, Daging Sapi dan Ayam, Sayuran dan Buah buahan, Garam dan Bahan Bakar (Gas Elpiji). Untuk sebuah Toko Ritel pilihlah terlebih dahulu bahan pokok yang relatif tahan lama, karena seperti daging, sayuran dan buah buahan membutuhkan refrigerator khusus yang harganya relatif mahal. Bahan pokok banyak yang sudah dipaking dan bermerk namun ada juga yang bersifat gelondongan dan harus menggunakan timbangan untuk membuat bungkusan yang lebih kecil.
2.2. Makanan & Minuman
Makanan dan minuman ringan seperti kue, roti, biskuti, mi instan, minuman botol, minuman kaleng, kopi dalam sachet dan yang sejenisnya yang sifatnya instan secra umum banyak dicari dan diminati oleh pengunjung. Maka tentu saja kita mesti menyediakannya walaupun mungkin marginnya keci, namun kita harus berpikiran positif bahwa pengunjung yang membutuhkan barang seperti itu apabila sudah masuk ke toko akan melirik barang yang lainnya dan memahami kapabilitas toko. Begtu banyaknya jenis dan merk barang seperti ini, maka kita harus melakukan benchmark (studi banding) ke toko lain yang tidak jauh untuk memahami jenis barang yang diminati.
2.3. Barang Rumah Tangga
Barang rumah tangga adalah barang barang selain bahan pokok yang dibutuhkab sehari hari didalam kehidupan rumah tangga; misalnya saja : sabun mandi, sabun cuci, shampo, pasta gigi, dan berbagai jenis obat obatan bebas yang biasanya dibutuhkan sehari hari. Pada saat pertama kali Toko Ritel dibuka, maka tidak jarang beberapa pengunjung akan menguji kemampuan toko dengan menanyakan barang barang yang seolah olah dibutuhkan dan kira kira tidak tersedia; misalnya : menanyakan jarum jahit, benang, silet, gunting, atau bahan pokok merk tertentu. Mohon jangan terpengaruh bila tidak tersedia dan jangan menjadi kecil hati karena hal seperti itu hanya menguji, di masa yang akan datang ada baiknya juga dipertimbangkan tentang keberadaan barang barang tersebut.
2.4. Kosmetik dan Obat
Kosmetik dan obat obatan yang diperbolehkan dijual secara bebas ada baiknya juga disediakan di Toko Ritel, karena umumnya banyak dicari oleh masyarakat. Untuk golongan obat batan; misalnya : Obat Sakit Kepala, Flue, Masuk Angin, Sakit Perut, Batuk, untuk anak anak dan dewasa, dll. Sedangkan golongan kosmetik; misalnya : hand Body Lotion, Bedak Wanita, parfum yang bersifat umum, deodorant, dll. Barang kometik dan obat obatan memilki batas kadaluarsa, sehingga kita harus memperhatikannya dengan seksama untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
2.5. Barang Lainnya
Barang lainnya adalah barang yang dibutuhkan sehari hari yang tidask termauk kategori tersebut diatas; misalnya saja yang terkait dengan kebutuhan energi seperti : Gas (LPG), Arang Kayu, dll. Kemudian alat alat listrik seperti misalnya : lampu, steker, kabel, dll. Hal yang paling penting adalah penyesuaian terhadap lingkungan, semakin lama akan semakin mengetahui terhadap jenis barang yang dibutuhkan di lingkungan sekitar.

3. Karyawan
3.1. Pramuniaga
Karyawan Pramuniaga akan dibutuhkan untuk melayani pengunjung yang datang ke Toko untuk membeli barang ritel yang dibutuhkan. Kualifikasi untuk seorang Pramuniaga dibutuhkan kemampuan dalam pelayanan yang baik, ramah, mengenal barang, sabar.
3.2. Petugas Gudang
Karyawan Gudang tentu saja akan dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan pngelolaan dan penyimpanan barang di Gudang. Kualifikasi seorang petugas Gudang umumnya adalah pengelolaan penyimpanan barang, first in first out, memeriksa jumlah stock minimum dan maksimum, membuat laporan dan mencatat tren statistik pengeluaran barang, dll. Petugas Gudang juga dituntut untuk bekerja loyal, disiplin dan jujur, serta mampu menjaga aset dengan baik.
3.4. Kasir
Petugas Kasir akan dibutuhkan untuk melayani penerimaan pembayaran dan mengelola keuangan sehari hari termasuk membuat laporan keuangan. Petugas Kasir sebaiknya dipilih yang konservatif, teliti dan mau bekerja keras mengelola keuangan. Pada beberapa Toko Ritel umumnya Kasir dipegang oleh si pemilik, hal ini mungkin terkait denngan masalah kepercayaan atau si pemilik ingin memonitor langsung keluar masuk uang.

4. Kendaraan
4.1. Mobil Pick Up
Kendaraan mobil pick up akan sangat dibutuhkan untuk mendukung beroperasinya Toko Ritel dengan baik, mobil digunakan untuk berbelanja barang persediaan apabila persediaan di gudang sudah mencapai minimum. Mobil pick up juga akan dibutuhkan untuk mengantar barang ke tempat pembeli apabila jumlahnya banyak dan si pembeli tidak memungkinkan untuk membawanya sendiri.
4.2. Sepeda Motor 
Sepeda motor dapat dijadikan kendaraan utilisasi untuk operasional sehari hari dan bisa digunakan oleh siapa saja termasuk karyawan. Apabila kita perlu mengadakan persediaan barang tertentu yang jumlahnya tidak banyak, maka sepeda motor dapat digunakan untuk berbelanja ke grosir. Sepeda motor juga bisa digunakan untuk mengantar barang yang jumlahnya tidak banyak ke konsumen, dll.

5. Modal, Pemasaran & Perizinan
5.1. Modal
Modal untuk wirausaha toko ritel tidak akan terlalu besar apabila kita telah memiliki tempat usaha, modal yang dibutuhkan tinggal untuk membeli barang atau bahan pokok yang akan dijual. Untuk pertamakali sebaiknya modal disisakan dahulu sebagian, manfaatnya adlah untuk membeli barang yang sifatnya merupakan adaptasi atau penyesuaian terhadap kebutuhan dilingkungan sekitar. Apabila kita membutuhkan tambahan modal, pihak Bank biasanya akan bersedia membantu dengan pinjaman setelah mengetahui prospek usahanya.
5.2. Pemasaran
Banyak orang yang menyangka bahwa Toko Ritel tidak membutuhkan pemasaran dan promosi, dengan strategi pemasaran dan promosi yang gencar maka sebuah Toko Ritel akan dilirik banyak orang dan biasanya dilanjutkan dengan mencoba untuk berbelanja.
5.3. Perizinan
Walaupun sebuah Toko Ritel yang dikelola oleh pribadi dan anggota keluarga tidak diwajibkan memiliki perizinan, namun ada baiknya apabila perizinan dibuat dan disiapkan. Perizinan tersebut; misalnya : Sertifikat Tanah untukToko dan Gudang, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), SIUP, dan pembentukan Badan Usaha (biasanaya CV), dll. Hal ini akan berguna ketika Toko Ritel semakin tumbuh dan membesar, selain itu suatu saat apabila membutuhkan modal tambahan hal seperti itu akan membantu dalam pengurusan pinjaman ke Bank atau ke Program Bantuan Pemerintah lainnya.

6. Pemasok
6.1. Harga
Karena Toko Ritel akan menjual eceran secara langsung ke konsumen maka harga akan menjadi faktor yang menentukan, karena banyak konsumen yang konen terhadap harga. Hal ini memaksa pengusaha Toko Ritel untuk mencari pemaok dengan harga yang kompetitif dan memberikan propek untuk memperoleh margin yang memadai.
6.2. Jenis Barang
Kita juga haru mengenali pemasok (grosir) dari jenis barang yang tersedia di grosir tersebut, kadang kadang pemasok atau grosir juga tidak memilki barang barang tertentu. Kadangkala ada juga pemasok atau grosir yang datang berkeliling mengunjungi Toko Ritel dan menawarkan jenis barang tertentu. Apabila tidak benar benar butuh, sebaiknya kita menghindari membeli barang dari pemasok atau grosir keliling karena harganya akan berbeda.
6.3. Pemeliharaan Jaringan
Kita harus melakukan pemeliharaan jaringan pemasok atau grosir berdasarkan jenis barang dan harganya, dengan demikian tidak ada kehawatiran tentang persediaan dan harga yang fluktuatif. Tidak menutup kemungkinan bila suatu saat membuat semacam perjanjian atau MOU dengan pemasok atau grosir sehingga tercipta kondisi yang saling menguntungkan. Banyak Toko Ritel yang tidak berhasil bahkan menjadi tidak beroperasi lagi disebabkan oleh faktor ini. Keunggulan minimarket waralaba adalah karena jaringan pemasoknya yang luar biasa.

0 comments:

Post a Comment